Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, resmi meluncurkan aplikasi berbasis laman (website) guna memudahkan masyarakat di daerah itu dalam berwakaf.
“Tujuan BWI Belitung meluncurkan website adalah memudahkan orang yang berwakaf (wakif) untuk mewakafkan sebagian hartanya,” kata Ketua BWI Belitung, Huniadi Bellia di Tanjungpandan, Jumat (29/8/2025).
Menurutnya, selain itu, peluncuran laman BWI Belitung juga bertujuan untuk mengelola zakat secara amanah dan profesional guna mendukung kemajuan serta peningkatan kesejahteraan umat.
Ia menambahkan, sasaran utama dari peluncuran laman BWI Belitung adalah generasi milenial agar mereka lebih mudah dalam berwakaf.
“Generasi muda ini adalah generasi yang melek digital sehingga dengan adanya website ini mereka bisa berwakaf lebih praktis,” ujarnya.
Dalam laman BWI Belitung tersedia berbagai pilihan wakaf, seperti wakaf uang, wakaf produktif, wakaf sosial, wakaf pendidikan, dan wakaf ekotheology (pelestarian lingkungan).
“Berwakaf tidak harus menunggu kaya. Cukup dengan Rp10 ribu atau Rp100 ribu saja sudah bisa, karena sistemnya terkoneksi dengan rekening masing-masing. Jadi ini sesuatu yang luar biasa,” jelasnya.
Selain itu, BWI Belitung juga mendorong calon pengantin untuk berwakaf sebelum melangsungkan pernikahan.
“Sebelum menikah, mulailah dengan amal baik yakni berwakaf. Nanti manfaatnya bisa kembali kepada masyarakat, misalnya melalui usaha produktif yang hasilnya dibagikan untuk mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Dana wakaf yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat, di antaranya membuka usaha seperti Wakaf Mart, mendukung pelaku UMKM, serta membantu pondok pesantren yang memiliki usaha isi ulang air minum.
Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Belitung, Suyanto, menilai peluncuran website BWI Belitung ini sebagai terobosan penting.
“Ini langkah strategis dalam sosialisasi wakaf, khususnya untuk generasi milenial agar lebih mudah memahami dan ikut berwakaf,” tuturnya.
